cerita inspirasi 2

DENY PUTRA R.

B04100092

LASKAR 15

Berikut adalah cerita berdasarkan pengalaman saya sewaktu SMA. Semoga dapat menginspirasi siapa yang membacanya… beriku beserta mukodimah yang saya buat adalah awal ceritanya

“hidup adalah perjuangan ,seseorang yang lebih siap dalam hidup maka ia akan lebih berhasil, tetapi didalam hidup ada sebuah ruang tersendiri yaitu keberuntungan dan doa yang begitu sangat istimewa keberadaannya dan ketika ia sudah berlaku  maka tidak ada yang dapat menghentikannya”. Aku mengatakan seperti itu, karena semua ini bermula ketika gelombang PMDK melanda berbagai SMA di indonesia tak terkecuali SMA ku. Semua siswa di SMAku ingin mendapatkan perguruan Tinggi Negeri yang terbaik salah satunya yaitu IPB. Dan ketika bel istirahat berdering aku melangkah keluar kelas, tanpa sengaja aku melihat dipapan pengumuman bahwa IPB sudah membuka PMDK. Begitu senangnya  hatiku bak tersiram air es di tengah teriknya siang hari. Dengan semangat dan optimis akupun mengumpulkan berkas dan mengikuti PMDK ini. Tetapi tiba-tiba timbul suatu keraguan, sesuatu yang mengurangi rasa optimismu, bahkan membuatku pesimis dalam senyuman sndiwaraku. Karena ada temanku yang jauh lebih pintar dariku mengambil prodi yang sama dan mengikuti PMDK ini. Ketika dalam kondisi seperti ini aku berusaha menguatkan diri dan berusaha  menyusun kembali puing-puing optimisme yang sempat pecah. Tentu saja dengan dukungan dan hiburan dari sahabat-sahabat dekatku. Sebenarnya sahabat-sahabat ku juga tahu bahwa kemampuan dan nilai Rivalku itu jauh melebihi dariku. Sahabatku selalu memberikan aku break ice dan harapan dengan berkata “ Pasrahkan semua kepada Allah siapa tahu keberuntungan dan takdir Allah yang mereka katakan untuk membangkitkan semangatku dan memberikan ku harapan meski kecil, dan aku juga tahu sahabatmu berkata seperti itu juga dengan sedikit sandiwara untuk membesarkan hatiku karena mereka juga tahu kalau rival ku mempunyai nilai yang lebih tinggi dariku. Tetapi namanya juga sahabat apapun yang terjadi aku akan selalu da untukmu seperti itulah. Dan aku mulai berfikir kasihan sahabatku aku tak mau mengecewakan mereka yang telah memberikan aksi suntikan energi dan motivasi sehingga aku harus menunjukan reaksi semangat diri. Dan mulai detik itu aku berdoa kepada Allah dengan harapan-harapan yang ada dalam benakku. Setelah menunggu pengumuman beberapa bulan lamannya akhirnya ada berita. Ketika itu siang hari saat proses belajar mengajar dikelas  salah satu sahabatku ijin ke toilet, kebetulan untuk pergi ke toilet  harus melewati ruang tata usaha dan saat melintasi ruang tata usaha temanku dipanggil oleh seorang ibu guru,beliau mengatakan kepada sahabatku bahwa aku dterima di IPB. Seketika itu juga sahabatku berlari ke ruang kelas seraya berkata, “  Den we ketrimo ndik IPB eg hahaha”. Kurang lebih artinya “ Den kamu diterima di IPB” . mendngar berita itu hatikupun merasa lega begitu pula dengan sahabatku. Tetapi ada satu hal yang mengganjal di dalam hatiku yaitu rivalku yang niotabene lebih pintar justru tidak diterima. Mungkin ini yang terbaik dari Allah untukku. Dan ternyata keberuntungan dan takdir memang benar-benar tidak dapat terhentikan. Kata-kata dari sahabatku yang bertujuan untuk membesarkan hatiku kini benar-benar membesarkan hatiku. Dan mulai sekarang aku berfikir bahwa hidup adalah sebuah ekspresi sikap. Kita memilih kalah atau menang, bergerak atau tergantikan tetapi jangan berikir untuk menjadi yang terbaik berfikirlah untuk melakukan yang terbaik. Dan jangan lupa untuk selalu berdoa karena doa yang akan menguatkan diri saat gagal ataupun  berhasil. Jadikanlah iman diri seperti pohon besar yang akar-akarnya menancap dalam di bumi dan tanngkai-tangkainya menjulang ke langit sehingga kokoh diterpa badai ataupun angin.

Posted in Uncategorized | Leave a comment

cerita inspirasi 1

DENY PUTRA R.

B04100092

LASKAR 15

Nama saya Deny Putra R berikut ini adalah cerita yang saya ceritakan dari pengalaman teman saya dan cerita ini sangat menginspirasi jiwa saya karena pengalaman teman saya ini sama persis seperti apa yang say alami. Singkat kata inilah awal ceritanya.

Disiang hari yang panas dan terik tampaklah seorang pria muda yang sedang menyendiri didekat danau. Dari rayut wajahnya dapat dilihat betapa ia sedang terrbebabni sebuah masalah yang cukup berat., dengan muka yang kusut ia melempar batu satu demi satu ke dalam danau “pluk, pluk, pluk” sperti itulah kira- kiraq bunyi batu yang ia lempar ke dalam danau yang akhirnya tenggelam.

Tanpa ia duga seorang menepuk pundaknya dari belakang seraya berkata” Nak apa yang kau lakukan disini? Mengapa wajahmu begitu kusut dan hatimu terlihat sempit?”, anak itupun menjawab pertanyaan kakek tua itu,” kek aku sedang memikirkan betapa berartnya permasalahan yang aku hadapi sekarang, dan rasa-rasanya tidak ada jalan keluar sedikitpundaripadanya”. Memangnya apa permasalahanmu Nak? Sahut kakek tua tersebut “Begini kek aku dari dulu ingin sekali mewujudkan cita- citaku untuk menjadi seorang dokter hewan yang nantinya aku bisa memberikan faedah di daerah- daerah pedesaan kota ini agar hidup rakyat lebih sejahtera melalui peternakan yang semakin baik”. ”lalu?” sambung kakek. “Tetapi masalahnya ibu dan Bapakku tak mengujinkan aku untuk menutut ilmu yang tempatnya jauh diujung barat pulau jawa sana, beliau mengijinkan bahwa sekiranya aku menjadi tetap ingin mennjadi dokterhewan di dekat tempat tinggal kamipun juga adadiujung timur pulau jawa. Harapan beliau agar aku tetap ingin belajar ke barat bukan ketimur lalu bagaimana, apakah aku harus menyerah dengan keadaan ataukah aku harus mengecewakan orang tuaku??

Ternyata masalahmu seperti itu “ anak muda lihatlah sarang laba- laba itu begitu indah dan teraturnya cobalah rusaklah sarang laba- laba itu!!” perintah kakek tua itu. Anak muda itupun merusak sarang laba- laba tersebut”. Kemudian kakek tua itu mengatakan “ Kitu tunggu sebenteat maka lihatlah apa yang akan terjadi!” ternyata dengan pelan tapi pasti sedikit demi sedikit laba- laba itu mulai membangun sarangnya kembali. Lalu untuk yang kedua kalinya kakek tua itu menyuruh anak muda itu untuk merusak sarang yang baru dibangun tadi. Selang beberapa menit untuk kedua kalinyapula laba- laba itupun membabngaun sarangnya lagi hingga pemuda itu merusak sarangnya selama tiga kali dan sebanyak itu pula laba- laba itu membangun sarangnya. Kakek tua itupun berkata “ lihailah begitu sabar dan tak kenal lelah laba- laba itu membangun sarangnya meski kau mungkin bisa merusaknya seribu kalipuun, maka apa kau tak bisa memetik pelajaran dari padanya seharusnya kau tak perlu putus asa dan hilang akal, kau harus tetap semangat, dari pada engkau melamun hanya akan memperdalam masalahmu, lebih baik kuu coba memberi pengertian kepada orang tuamu dengan sopan dan hati- hati. Tentunya kau haru menyakinkan beliau dengan sebuah pembuktian bahwa kau pantas untuk menuntut ilmu disana. Sekarang aku mempunyai 2 genggam brotowali yang satumya akan ku masukkan kedalam segelas air dan yang satunya akan kumasukkan kedalam danau dan nantiminum dan rasakanlah air daripa keduanya!!. Anak muda itupun mulai meminum air tersebut. Pertama- tama ia meminum air yang ada di gelas dengan ekspresi wajah yang terpaksa. Dan kemudian ia meminum air yang ada di telaga dengan ekspresi wajah yang berseri- seri. Kemudian kakek tua bertanya “apa yang kau rasakan wahai cucuku?”. Aku merasakan bahwa air yang ada didalam gelas itu begitu pahit hingga menusuk lidahku, tetapi berbeda dengan air yang ada ditelaga airnya tetap segar dan tidak pahit

Iya cucuku hal itu sudah pasti ibarat pada dirumu  sekarang ini hatimu adalah telaga itu. Perasaanmu adalah air itu dan masalahmu adalah serbuk brotowali itu. Seperti air yang ada digelas ia terlalu sedikit dan terlalu sempit untuk menerima serbuk brotowali sehingga pahitnya singguh terasa, tetapi juka dimasukkan kedalam telaga tidak terasa sedikitpun pahitnya.

Maka dari itu buatlah jiwa, hati, pikiran dan perasaanmua seluas telaga itu jangan engkau mempersempit jiwa dan hatimi menjadi kecil seperti air dalam gelas itu hanya hanya karena sebuah permasalahan. Hidup itu ada untuk menjelaskan cobaan dan perasaanmu tentram maka permasalahan mungkin tak akan kau rasakan seberat ini. Jika engkau mampu menghadapi cobaan dan permasalahan dengan sabar dan mampu menganbil hikmah daripadanya maka derajatmupun akan naik dihadapan sang pencipta.

Sekarang pergilah yakinkan dan buktikan kepada orang tuamu!!. Anak muda itupun pergi dan menyakinkan orang tuanya dengan santun. 2 bulan kemudian ternyata anak muda itupun diterima PTN yang ia inginkan dan orang tua nyapun menyetujui dan merestuinya. Tiad itu juga selain itu ia juga mendapat beasiswa sehingga juga menjadi pembuktian awal kepada kedua orang tuanya bahwa ia pasti bisa

DENY PUTRA R.

B04100092

LASKAR 15

Posted in Uncategorized | Leave a comment